Media Coverage

Minyak Jelantah Bisa Penuhi 32 Persen Kebutuhan Biodiesel

Biodiesel berpotensi mengurangi 91,7 persen emisi karbon dibandingkan solar.

Seorang pekerja mengumpulkan minyak jelantah yang diperoleh dari sejumlah hotel dan restoran di Bali untuk diproses menjadi bahan bakar minyak (BBM) biosolar di Denpasar, Bali, Selasa (11/11).

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat Indonesia termasuk salah satu negara pengguna minyak sawit terbanyak di dunia. Konsumsi minyak sawit Indonesia mencapai yakni 16,2 juta kiloliter per tahun.

Dengan konsumsi sebanyak ini, ada potensi minyak jelantah 3 juta kiloliter untuk memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional.”Potensi jelantah sebesar 3 juta kiloliter per tahun akan dapat memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional,” kata Subkoordinator Keteknikan Bioenergi Kementerian ESDM Hudha Wijayanto.

Hudha menjelaskan ada dua prinsip utama yang harus dipenuhi apabila menjadikan jelantah sebagai bahan baku biodiesel. Pertama, kualitas minyak jelantah harus mencapai standar spesifikasi biodiesel. Kedua, punya nilai keekonomian tinggi dan dapat diimplementasikan.

Engagement Unit Manager Traction Energy Asia Ricky Amukti menuturkan keberadaan minyak jelantah sebagai bahan bakar biodiesel memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan.”Minyak jelantah yang dibuang sembarangan akan berpengaruh langsung terhadap lingkungan hidup,” kata Ricky

Dia menambahkan bahwa penggunaan biodiesel dari minyak jelantah akan menekan jumlah emisi karbon. Selain itu, pemanfaatan minyak jelantah juga mampu menghemat biaya hingga 35 persen ketimbang biodiesel dari minyak nabati yang dihasilkan dari buah kelapa sawit.

Berdasarkan analisa Kementerian ESDM, biodiesel berpotensi mengurangi 91,7 persen emisi karbon dibandingkan solar. Dengan begitu, bahan bakar jenis ini dinilai lebih ramah ketimbang energi fosil.

“Jika memanfaatkan jelantah, kita tak perlu mengganti hutan dengan perkebunan kelapa sawit, yang justru berpotensi meningkatkan emisi karbon,” kata Ricky.

Artikel ini telah tayang di sindonews.com dengan judul: “Minyak Jelantah Bisa Penuhi 32 Persen Kebutuhan Biodiesel Nasional

Article written by

Annisa Sekar Sari

Enjoying this article?

Relevant Articles

Posted: March 17, 2022

Micro Hydropower Brings Light to a Remote Village

For years, they never fully experienced having electricity. Residents of Dusun Batu Saeng, Lampung, then worked together to rise from

Posted: January 3, 2021

This is the advantage if used cooking oil is used as biodiesel

Ricky Amukti, Research Manager of Traction Energy Asia, said that Indonesia has great potential to use used cooking oil as

Posted: January 3, 2021

Ini Keuntungan Kalau Minyak Jelantah Jadi Biodiesel

Minyak jelantah bisa bermanfaat sebagai bahan pengganti sebagian bahan baku crude palm oil (CPO) atau sawit dalam program biodiesel di