Riset Jakarta Potensial Pasok 20 Persen Biodiesel Minyak Jelantah

Petugas mengumpulkan minyak jelantah dari warga di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (9/6/2021). Minyak jelantah dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif biodiesel yang aman untuk lingkungan karena menghasilkan polusi udara yang jauh lebih sedikit ketimbang solar. ANTARA/Sugiharto Purnama.

Jakarta (ANTARA) – Lembaga riset independen Traction Energy Asia menyebutkan Jakarta memiliki potensi memasok 20 persen bahan mentah untuk diproses menjadi biodiesel dari sekitar 12 juta liter minyak jelantah yang dihasilkan rumah tangga dan UMKM di ibu kota.

“Jakarta punya potensi minyak jelantah 12 juta liter atau 12 ribu kiloliter per tahun. Itu hanya dari rumah tangga dan UMKM,” kata Engagement Manager Traction Energy Asia, Ricky Amukti dalam diskusi daring, di Jakarta, Kamis.

 Analis kebijakan energi dari lembaga riset independen ini menyatakan, dapat menambahkan emisi biodiesel minyak jelantah 80 hingga 90 persen lebih rendah dari pada solar atau diesel.

Ricky berharap, peluang itu dapat dimanfaatkan oleh Pemprov DKI untuk memanfaatkan potensi minyak jelantah sebagai alternatif bahan biodiesel.

Berdasarkan data PT Pertamina tahun 2020, ujar dia, kuota biosolar (B30) di DKI Jakarta pada 2020 mencapai 703.517 kiloliter berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas RI.

“Itu (minyak jelantah) baru 20 persen dari rumah tangga dan UMKM, belum termasuk hotel, restoran dan kafe, angkanya akan jauh lebih tinggi,” katanya. 

Pemanfaatan sumber alternatif lain, seperti minyak jelantah untuk biodiesel itu juga diharapkan mengurangi penggunaan sawit yang selama ini menjadi pemasok tunggal biodiesel. 

Menurut dia, saat ini sudah ada beberapa inisiasi pengolahan biodiesel minyak jelantah dari Makassar, Bali, Kalimantan Timur, Bogor, dan Yogyakarta.

Penggunaan energi baru terbarukan itu diharapkan menjadi salah satu solusi menjawab tantangan energi ramah lingkungan untuk mendukung udara bersih di Jakarta.

Ricky menambahkan, selama ini ada tiga sumber polusi udara di DKI yakni, pembangkit listrik sebesar 30 persen, transportasi 50 persen, dan sisanya dari sampah.

 “Untuk transportasi jumlahnya sangat besar. Di Jakarta, sepeda motor ada sekitar 16 juta, mobil penumpang 3,6 juta unit, bus dan lainnya, itu pasti membutuhkan bahan bakar minyak yang berkontribusi terhadap polusi di Jakarta,” katanya.

Artikel ini telah tayang di antaranews.com dengan judul: “Riset Jakarta Potensial Pasok 20 Persen Biodiesel Minyak Jelantah

Article written by

Annisa Sekar Sari

Enjoying this article?

Relevant Articles

Posted: April 18, 2021

Potensi Jelantah Penuhi 32 Persen Kebutuhan Biodiesel

Pajak.com, Jakarta – Indonesia termasuk salah satu negara pengguna minyak sawit terbanyak di dunia. Berdasarkan data tahun 2019 menyebutkan bahwa

Pemodelan Dampak Penggunaan CPO (Crude Palm Oil) di Indonesia: Antara Kebutuhan Pangan dan Bahan Bakar

Laporan ini membahas konflik antara kebutuhan pangan dan bahan bakar terkait penggunaan minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia. Sebagai produsen

Posted: Oktober 7, 2021

Riset Jakarta Potensial Pasok 20 Persen Biodiesel Minyak Jelantah

Jakarta (ANTARA) – Lembaga riset independen Traction Energy Asia menyebutkan Jakarta memiliki potensi memasok 20 persen bahan mentah untuk diproses