Uncategorized @id

Analisis Biaya-Manfaat Penempatan Pekebun Mandiri dalam Tata Niaga Biodiesel Nasional

Penelitian ini, dengan menggunakan metode analisis biaya-manfaat, bertujuan untuk memberikan opsi kebijakan yang dapat diterapkan untuk dapat meningkatkan taraf kelayakan hidup pekebun rakyat melalui rekonstruksi tata niaga biodiesel nasional dengan melibatkan pekebun mandiri sebagai bagian formal dari tata niaga tersebut. Penelitian ini menyasar pekebun mandiri yang didefinisikan sebagai pekebun dengan pengupayaan tani mandiri, mulai dari pengadaan lahan, bibit dan pupuk, serta perawatan kebun tanpa dukungan perusahaan (Sudaryadi, 2020), dengan kepemilikan lahan kurang dari lima hektare.

Unduh di sini.

Article written by

Anastasia Ramalo

Enjoying this article?

Relevant Articles

Posted: Juli 26, 2022

Harga yang Tinggi Jadi Momok Serapan Biodiesel Minyak Jelantah

Yayasan Lengis Hijau mampu memproduksi biodiesel B100 dari minyak jelantah yang dijual seharga Rp 13.000 per liter, jauh di atas

Posted: Agustus 30, 2021

Potensi Minyak Jelantah sebagai Alternatif Biodiesel Kelapa Sawit

Tirto mengutip studi Traction Energy Asia yang merekomendasikan penggunaan biofuel “generasi kedua”, termasuk minyak jelantah. Baca tulisannya di sini.

Posted: April 7, 2022

Minyak Jelantah Bisa Jadi Bahan Baku Biodiesel Rendah Emisi

Terdapat sejumlah peluang pemanfaatan minyak goreng bekas atau UCO yang perlu diperhatikan sebagai bahan baku komplementer biodiesel. Indonesia mengembangkan biodiesel