{"id":11469,"date":"2023-06-26T11:44:05","date_gmt":"2023-06-26T04:44:05","guid":{"rendered":"https:\/\/tractionenergy.asia\/?p=11469"},"modified":"2023-06-26T11:44:05","modified_gmt":"2023-06-26T04:44:05","slug":"optimalkan-rantai-pasok-biodiesel-dengan-melibatkan-petani-kelapa-sawit-swadaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/optimalkan-rantai-pasok-biodiesel-dengan-melibatkan-petani-kelapa-sawit-swadaya\/","title":{"rendered":"Optimalkan Rantai Pasok Biodiesel dengan Melibatkan Petani Kelapa Sawit Swadaya"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11470\" aria-describedby=\"caption-attachment-11470\" style=\"width: 511px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11470\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/KUMPARAN_01h3ecvmg9bjg68q5ntwtmr0ff-300x168.jpeg\" alt=\"\" width=\"511\" height=\"286\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11470\" class=\"wp-caption-text\">Foto udara kelapa sawit di Banting, Selangor, Malaysia. Foto oleh Ihsan Adityawarman di Pexels: https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/fotografi-udara-pohon-1643371\/Ihsan Adityawarman<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2023, luas perkebunan rakyat kelapa sawit mencapai 6.300.426 hektare atau 37% dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia, menurut laporan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Luas perkebunan kelapa sawit rakyat tersebut digarap oleh pekebun sebanyak 2.605.207 KK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah petani kelapa sawit yang banyak, kerap menjadi alasan pemerintah dalam memutuskan sebuah kebijakan. Tak terkecuali kebijakan biodiesel. Kebijakan energi berupa penggunaan bahan bakar nabati (BBN) berbasis kelapa sawit tersebut diklaim dapat untungkan petani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020 \u2013 2024, pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit menjadi salah satu proyek strategis nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penetapan program energi terbarukan berbasis kelapa sawit ditujukan untuk mendukung peningkatan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi primer nasional menuju 23% pada tahun 2025.<\/span><\/p>\n<p><b>Mengapa Kebijakan Biodiesel Diterapkan?<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_11472\" aria-describedby=\"caption-attachment-11472\" style=\"width: 416px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-11472\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/KUMPARAN_01h3vbpvdjb0x9ewa1yrfwc0nf-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"416\" height=\"312\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11472\" class=\"wp-caption-text\">Nozzle Pompa Bensin Mengisi Mobil Putih oleh. Foto oleh Engin Akyurt di Pexels: https:\/\/www.pexels.com\/photo\/gas-pump-nozzle-filling-the-white-car-12377482\/<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan biodiesel diterapkan karena tiga alasan. Pertama, pemerintah berupaya untuk melepas ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Tujuannya adalah untuk memangkas emisi gas karbon pada sektor energi, khususnya sektor transportasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kerangka<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, kebijakan biodiesel menjadi salah satu program aksi mitigasi yang strategis untuk memangkas emisi pada sektor tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, implementasi kebijakan biodiesel juga upaya pemerintah untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan cara menggunakan bahan baku dari dalam negeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelapa sawit menjadi pilihan karena Indonesia merupakan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> produsen minyak kelapa sawit terbesar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di dunia dan kualitasnya sesuai dengan standar bahan bakar. Subtitusi sebagian minyak solar dengan kelapa sawit akan mengurangi impor BBM. Dan harapannya dapat berdampak pada defisit neraca perdagangan minyak dan gas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, penerapan kebijakan biodiesel juga bertujuan untuk menciptakan permintaan domestik. Melalui inilah petani kelapa sawit diklaim akan diuntungkan karena kebijakan biodiesel menciptakan pasar baru untuk Tandan Buah Segar (TBS) hasil dari perkebunan petani kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p><b>Realita Petani Kelapa Sawit Swadaya<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_11480\" aria-describedby=\"caption-attachment-11480\" style=\"width: 351px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-11480\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/KUMPARAN_01h3vg074e40b0d51qqm2tqy59-2-300x200.png\" alt=\"\" width=\"351\" height=\"234\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11480\" class=\"wp-caption-text\">Buah kelapa sawit setelah panen di sebuah perkebunan rakyat di Pulau Kalimantan. Foto oleh RMX IMG di Shutterstock: https:\/\/www.shutterstock.com\/image-photo\/oil-palm-fruit-after-harvest-smallholder-2315357805<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, kebijakan biodiesel terlihat akan menguntungkan petani kelapa sawit. Padahal, kalau dilihat lebih dalam, petani kelapa sawit dan biodiesel memiliki jarak yang jauh dalam pengertian rantai pasoknya. Sehingga, untung tidaknya kebijakan biodiesel terhadap petani kelapa sawit belum dapat dipastikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini, pemerintah hanya mengalokasikan volume biodiesel untuk Badan Usaha BBN (BU BBN) dan BU BBM. Terakhir, pada 28 Desember 2022, pemerintah menerapkan kebijakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blending rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> 35% biodiesel terhadap 65% minyak solar atau yang lebih dikenal dengan kebijakan biodiesel B35.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kebijakan B35, pemerintah memberikan alokasi sebesar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> 13.148.594 kilo liter (kL)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> biodiesel untuk periode Februari 2023 sampai dengan Desember 2023. Terdapat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> 21 BU BBN<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mendapat alokasi biodiesel, termasuk PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Musim Mas, dan PT Sinarmas Bioenergi. Sementara jumlah BU BBM sebanyak 22 perusahaan, termasuk PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT AKR Corporindo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan kebijakan biodiesel didukung oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). BPDPKS menghimpun dana dari pungutan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_11474\" aria-describedby=\"caption-attachment-11474\" style=\"width: 393px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11474\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/KUMPARAN_01h3vc9y8w4sjtgxcdqm62epax-300x300.png\" alt=\"\" width=\"393\" height=\"393\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11474\" class=\"wp-caption-text\">Logo Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 2022, realisasi penggunaan dana tersebut mencapai<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Rp 36,16 triliun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, 96% dari dana tersebut digunakan untuk membayar selisih harga biodiesel dengan minyak solar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dana triliunan tersebut tidak dapat memastikan petani kelapa sawit mana yang telah menjadi pemasok TBS dalam rantai pasok produksi biodiesel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, terdapat dua jenis petani kelapa sawit di Indonesia, yakni petani kelapa sawit plasma dan petani kelapa sawit mandiri. Bila merujuk pada istilah petani tersebut, maka petani plasma sudah pasti masuk dalam rantai pasok biodiesel, tergantung perusahaan mana yang menjadi supplier dalam rantai pasok biodiesel. Karena kebun dan hasil petani kelapa sawit plasma dikelola oleh perusahaan sebagai perkebunan inti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petani kelapa sawit yang belum tentu masuk dalam rantai pasok biodiesel adalah petani kelapa sawit swadaya. Banyak dari mereka yang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> kesulitan mengakses pasar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan petani kelapa sawit swadaya, menjual TBSnya ke tengkulak. Sehingga,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> harga yang didapatkan pun lebih rendah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> daripada harga yang ditetapkan dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) langsung.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_11482\" aria-describedby=\"caption-attachment-11482\" style=\"width: 306px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11482\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/KUMPARAN_01h3vf9trk2c0mkkj4pveenaa6-240x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"306\" height=\"383\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11482\" class=\"wp-caption-text\">Foto udara hamparan perkebunan kelapa sawit. Foto oleh Nazarizal Mohammad di Unsplash: https:\/\/unsplash.com\/photos\/RmwNno4cpZ0<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengadaan bahan baku untuk biodiesel selama ini dikuasai oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit. Perusahaan perkebunan tersebut terintegrasi secara vertikal dengan perusahaan BU BBN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebutkan dalam<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> laporan Raksasa Penerima Subsidi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, bahwa perusahaan BU BBN yang mendapatkan alokasi biodiesel bila di agregasikan dalam sebuah kelompok korporasi, maka hanya ada 9 kelompok saja. Dan seluruh kelompok korporasi tersebut juga memiliki perkebunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petani sawit swadaya, umumnya adalah masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari perkebunan sawit. Pendapatan mereka bergantung dari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tinggi rendahnya harga TBS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mereka jual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pada tahun 2022 terdapat 2.605.207 KK di perkebunan rakyat kelapa sawit. Banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya pada kebun tersebut.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-11488 aligncenter\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/KUMPARAN_-2023-07-31-at-12.00.44-300x273.jpeg\" alt=\"\" width=\"327\" height=\"298\" \/><\/p>\n<p><b>Mengapa Melibatkan Petani Kelapa Sawit Swadaya?<\/b><\/p>\n<figure id=\"attachment_11486\" aria-describedby=\"caption-attachment-11486\" style=\"width: 414px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11486\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/KUMPARAN_roakmeogiqjx9x8whxhl-1-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"414\" height=\"233\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11486\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi Kelapa Sawit Foto: Syifa Yulinnas\/Antara<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan biodiesel dapat menjadi instrumen yang efektif dalam memastikan harga untuk para petani kelapa sawit swadaya. Pelibatan mereka dalam rantai pasok biodiesel akan memberikan dampak luar biasa, tidak hanya untuk kesejahteraan petani sendiri, tetapi juga keluarga yang dinaunginya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> penelitian Traction Energy Asia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, penerapan kebijakan penempatan petani kelapa sawit swadaya dalam tata niaga biodiesel dengan fokus pada upaya intensifikasi lahan dan peningkatan kapasitas pengelolaan lahan oleh petani kelapa sawit swadaya dapat memperbaiki kelayakan hidup petani tersebut sekaligus berkontribusi pada upaya penurunan emisi gas rumah kaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelibatan petani kelapa sawit swadaya juga akan meminimalisir risiko deforestasi dari perkebunan kelapa sawit. Dari sekitar 2,9 juta hektare perkebunan kelapa sawit yang dibangun dari hutan alam sejak 2001 hingga 2021, hanya 25% yang pelakunya merupakan petani kelapa sawit swadaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya pemerintah untuk mensejahterakan petani kelapa sawit swadaya melalui kebijakan biodiesel saat ini, patut diapresiasi. Namun, harus ada strategi agar upaya tersebut dapat terasa jelas oleh petani kelapa sawit swadaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk memprioritaskan petani kelapa sawit swadaya dalam rantai pasok biodiesel daripada perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prioritas ini dapat diikat dengan kerja sama atau kemitraan antara BU BBM dan kelompok petani kelapa sawit swadaya atau BU BBN dengan kelompok petani kelapa sawit swadaya.Bentuk lainnya juga dapat digunakan, asal petani dapat menjadi pemasok langsung TBS PKS yang menjadi pemasok pabrik biodiesel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai ilustrasi, BU BBM seperti PT Pertamina Patra Niaga akan memasok biodiesel dari suatu BU BBN untuk memproduksi biodiesel, perusahaan BU BBN akan membutuhkan bahan baku berupa minyak kelapa sawit, minyak kelapa sawit tersebut berasal dari sebuah PKS, dengan adanya mandat memprioritaskan TBS dari petani kelapa sawit swadaya-bukan pengepul atau tengkulak, maka PKS harus bekerja sama secara langsung dengan petani kelapa sawit swadaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan rantai pasok tersebut, kebijakan biodiesel akan berdampak pada kesejahteraan petani kelapa sawit swadaya secara langsung, tanpa perantara, tanpa tengkulak, tanpa pengepul.<\/span><\/p>\n<p>Tulisan ini ditulis oleh Ramada Febrian, selaku peneliti dari Traction Energy Asia.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini telah tayang di kumparan.com dengan judul: \u201c<a href=\"https:\/\/kumparan.com\/ramada-febrian\/optimalkan-rantai-pasok-biodiesel-dengan-melibatkan-petani-kelapa-sawit-swadaya-20dwc41Pq2P\">Optimalkan Rantai Pasok Biodiesel dengan Melibatkan Petani Kelapa Sawit Swadaya<\/a>\u201d<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 2023, luas perkebunan rakyat kelapa sawit mencapai 6.300.426 hektare atau 37% dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia, menurut laporan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Luas perkebunan kelapa sawit rakyat tersebut digarap oleh pekebun sebanyak 2.605.207 KK. Jumlah petani kelapa sawit yang banyak, kerap menjadi alasan pemerintah dalam memutuskan sebuah kebijakan. Tak terkecuali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-11469","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11469"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11469\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}