{"id":11419,"date":"2023-04-27T10:51:09","date_gmt":"2023-04-27T03:51:09","guid":{"rendered":"https:\/\/tractionenergy.asia\/?p=11419"},"modified":"2023-04-27T10:51:09","modified_gmt":"2023-04-27T03:51:09","slug":"transisi-energi-yang-adil-tak-sekedar-turunkan-emisi-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/transisi-energi-yang-adil-tak-sekedar-turunkan-emisi-karbon\/","title":{"rendered":"Transisi Energi yang Adil Tak Sekedar Turunkan Emisi Karbon"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-11420 aligncenter\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Mongabay_-2023-07-31-at-10.43.55-300x112.jpeg\" alt=\"\" width=\"464\" height=\"173\" \/><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Transisi energi tak sekadar turunkan emisi tetapi harus berkeadilan. Saat ini, pemahaman dan penerapan prinsip adil dalam transisi energi, melenceng dari yang seharusnya. Apalagi, Indonesia sudah membentuk Sekretariat <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">Just Energy Transition Partnership (JETP)<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">seharusnya jadi jalan untuk mengakomodir aspirasi publik mengenai berkeadilan, dalam rencana komprehensif transisi energi.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Torry Kuswardono,\u00a0 Direktur Eksekutif Yayasan Pikul Indonesia mengatakan, transisi energi saat ini salah logika karena menggunakan logika pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengandalkan eksploitasi.\u00a0 Transisi energi, harus berkeadilan dan menjamin integrasi ekosistem, lingkungan dan integritas sosial.\u00a0\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ahmad Ashov Birry, Direktur Program Trend Asia mengatakan, dengan ada <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">sekretariat JETP<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam pelaksanaan harus\u00a0 transparan<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">termasuk sisi pendanaan dan rencana investasi.\u00a0 JETP, harus jadi jalan mengakomodir aspirasi publik menuju transisi energi berkeadilan.<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk energi berkeadilan, kuncinya adalah diversifikasi dan mempertahankan integritas pulau-pulau kecil, tanpa mengorbankan kemampuan adaptasi dari pulau itu.<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transisi energi tak sekadar turunkan emisi tetapi harus berkeadilan. Saat ini, pemahaman dan penerapan prinsip adil dalam transisi energi, melenceng dari yang seharusnya. Apalagi, Indonesia sudah membentuk Sekretariat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Just Energy Transition Partnership (JETP)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> seharusnya jadi jalan untuk mengakomodir aspirasi publik mengenai berkeadilan, dalam rencana komprehensif transisi energi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Torry Kuswardono,\u00a0 Direktur Eksekutif Yayasan Pikul Indonesia mengatakan, transisi energi saat ini salah logika karena menggunakan logika pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengandalkan eksploitasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transisi energi, katanya, harus berkeadilan dan menjamin integrasi ekosistem, lingkungan dan integritas sosial.\u00a0 Jadi, katanya, transisi energi tak hanya berpatokan pada target penurunan emisi semata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transisi energi, katanya,\u00a0 harus mempertimbangkan siklus menyeluruh dari sektor energi dan penilaian guna melihat kemampuan adaptasi suatu daerah yang mengalami transisi energi dari berbagai faktor, serta bagaimana dampaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTransisi energi yang tidak mempertimbangkan kemampuan adaptasi lingkungan ke depan akan memunculkan masalah baru,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia contohkan, dengan ada kebijakan kendaraan listrik, perlu penilaian bagaimana dampak pertambangan nikel bagi masyarakat sekitar. \u201cJangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan dalam transisi dan berujung ketidakadilan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-11422 aligncenter\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Mongabay_-2023-07-31-at-10.45.22-300x199.jpeg\" alt=\"\" width=\"463\" height=\"307\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepakat dengan Torry, Ahmad Ashov Birry, Direktur Program Trend Asia mengatakan, prinsip \u2018keadilan\u2019 hal paling fundamental pada transisi energi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya berharap transisi energi direncanakan dan dilaksanakan dengan konsultasi dan partisipasi publik yang bermakna,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan terbentuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sekretariat JETP<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam pelaksanaan harus\u00a0 transparan termasuk sisi pendanaan dan rencana investasi.\u00a0 \u201cJadi sangat krusial agar dapat terhindar dari solusi-solusi palsu dan kerugian besar yang mengikutinya,\u201d kata Ashov.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JETP, katanya, harus jadi jalan mengakomodir aspirasi publik menuju transisi energi berkeadilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam mendukung transisi energi adil dan berkelanjutan, Trend Asia menggaungkan nilai, prinsip, dan langkah strategis dari transisi energi yang adil dan berkelanjutan di Indonesia dengan melihat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akuntabilitas, transparansi, dan partisipatif. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u00a0 penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan hak asasi manusia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keadilan ekologis. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keadilan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kelima,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> transformatif, bukan sekadar transisi teknologi tetapi harus mendorong transformasi pembangunan ekonomi menyeluruh dari ekonomi ekstraktif dan sentralistik ke ekonomi regeneratif dan demokratis.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_11424\" aria-describedby=\"caption-attachment-11424\" style=\"width: 498px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-11424\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Mongabay_-2023-07-31-at-10.46.18-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"498\" height=\"332\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11424\" class=\"wp-caption-text\">Perawatan rutin panel surya. Foto: Elviza Diana\/ Mongabay Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, katanya, empat langkah strategis dapat dilakukan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> percepatan pensiun dini PLTU dan pengakhiran pertambangan batubara. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meninggalkan solusi-solusi palsu transisi energi. Ketiga, reformasi PLN dan kebijakan energi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, perancangan dan implementasi transisi energi yang akan memastikan transisi jalan berkelanjutan dengan titik tekan pelibatan publik dan proses dari bawah ke atas (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bott<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">om-up).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ashov bilang, Indonesia punya target 23% bauran energi terbarukan pada 2025. Hingga kini capaian masih rendah sekitar 11-12%. Hal ini, katanyam karena masih banyak kebijakan pemerintah kontradiktif, masih berpihak pada industri fosil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ada 13,8 Giga Watt PLTU yang dipertahankan pemerintah untuk terus dibangun tanpa tenggat waktu pasti dalam menyetop PLTU batubara baru. Belum lagi masih banyak insentif bagi industri batubara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAspek penting lain, konsep dan kerangka transisi energi yang berkeadilan belum didefinisikan dengan baik oleh pemerintah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia khawatir transisi energi tetapi tak menyasar pada masalah utama, bahkan menghasilkan solusi-solusi palsu seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">co-firing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> batubara atau gasifikasi batubara.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_11430\" aria-describedby=\"caption-attachment-11430\" style=\"width: 397px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11430\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Mongabay_-2023-07-31-at-10.47.15-2-300x201.jpeg\" alt=\"\" width=\"397\" height=\"266\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11430\" class=\"wp-caption-text\">Kompleks PLTU I Indramayu, Jabar yang asap batubara dari operasionalnya berdampak negatif terhadap pertanian dan kesehatan warga setempat. Foto : Donny Iqbal\/Mongabay Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Pemanfaatan sumber daya lokal<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perihal target energi terbarukan, untuk transisi energi, Tommy Pratama, Direktur Eksekutif Traction Energy Asia berpandangan, angka 23% untuk capaian 2025 kurang realistis. Pasalnya, pemerintah masih bertumpu pada sektor bioenergi yaitu biofuel atau bahan bakar nabati dan biomassa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">co-firing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan batubara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biofuel yang dominan sawit, dan biomassa justru bisa menghasilkan emisi lebih tinggi jika melihat dari rantai produksi keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaat ini, kontribusi biofuel pada target energi terbarukan sekitar 11-12%. Yang dibutuhkan saat ini diversifikasi energi rendah karbon untuk dapat dikembangkan di Indonesia, seperti solar panel, tenaga angin, micro hydro, dan arus laut. Bukan justru mengembangkan energi terbarukan yang emisi akan lebih tinggi dari bahan bakar fosil.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tommy menambahkan, bioenergi maupun biomassa hanya sementara karena bisa mempertajam kompetisi antara sawit untuk pangan dan energi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, katanya, sawit tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sektor energi hingga perlu biodiesel generasi kedua atau ketiga, seperti penggunaan minyak jelantah dan bahan baku ganggang di pesisir laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan sawit untuk biofuel, katanya, juga sempat membebani APBN sampai Rp2,7 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guna mencari solusi transisi energi yang adil, Traction Asia sudah riset perbandingan dampak lingkungan sosial dan ekonomi. Riset ini dengan melihat PLTU Jawa 7 untuk pasokan listrik Jawa Bali berbahan bakar batubara dengan PLTB Sidrap 1 di Sulawesi Selatan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-11432 aligncenter\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Mongabay_2023-07-31-at-10.49.00-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"483\" height=\"322\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbandingan itu, katanya, menghasilkan polusi pencemaran dari PLTU Jawa 7 berdampak negatif pada para nelayan karena tak dapat mencari ikan akibat polusi air cukup tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di PLTB Sidrap 1 justru tidak mengeluarkan polusi udara, hingga masyarakat bisa beraktivitas dengan baik. \u201cDiversifikasi energi rendah karbon adaptif dengan konteks lokal inilah yang seharusnya dikembangkan pemerintah dengan mengundang investor asing.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diversifikasi energi juga diamini oleh Torry, \u201dEnergi berkeadilan layaknya akses pada pangan perlu adaptif menyesuaikan dengan daya dukung pulau atau lokasi tertentu dalam konteks sumber energi untuk bertransisi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk energi berkeadilan, katanya,\u00a0 kuncinya adalah diversifikasi dan mempertahankan integritas pulau-pulau kecil, tanpa mengorbankan kemampuan adaptasi dari pulau itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, transisi energi merupakan hal yang tidak bisa dihindari untuk mencapai net zero pada 2060.Meski begitu, katanya,\u00a0 upaya ini harus tetap memperhitungkan dampak yang akan muncul dari proses transisi baik sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal paling penting, katanya,\u00a0 melakukan langkah-langkah mitigasi atas perhitungan risiko dengan pendekatan pencegahan dan kehati-hatian.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_11438\" aria-describedby=\"caption-attachment-11438\" style=\"width: 443px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11438\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/MONGABAY__-2023-07-31-at-10.57.16-1-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"443\" height=\"295\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11438\" class=\"wp-caption-text\">Kincir dari PLTB Sidrap. Dok: Setneg RI<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini telah tayang di mongabay.co.id dengan judul: \u201c<a href=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/2023\/04\/27\/transisi-energi-tak-sekadar-turunkan-emisi-karbon\/\">Transisi Energi, Tak Sekadar Turunkan Emisi Karbon<\/a>\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transisi energi tak sekadar turunkan emisi tetapi harus berkeadilan. Saat ini, pemahaman dan penerapan prinsip adil dalam transisi energi, melenceng dari yang seharusnya. Apalagi, Indonesia sudah membentuk Sekretariat Just Energy Transition Partnership (JETP) seharusnya jadi jalan untuk mengakomodir aspirasi publik mengenai berkeadilan, dalam rencana komprehensif transisi energi. Torry Kuswardono,\u00a0 Direktur Eksekutif Yayasan Pikul Indonesia mengatakan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-11419","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11419\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}