{"id":11413,"date":"2023-04-11T10:27:21","date_gmt":"2023-04-11T03:27:21","guid":{"rendered":"https:\/\/tractionenergy.asia\/?p=11413"},"modified":"2023-04-11T10:27:21","modified_gmt":"2023-04-11T03:27:21","slug":"pengembangan-biomassa-berpotensi-ancam-deforestasi-dan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/pengembangan-biomassa-berpotensi-ancam-deforestasi-dan-pangan\/","title":{"rendered":"Pengembangan Biomassa Berpotensi Ancam Deforestasi dan Pangan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11414\" aria-describedby=\"caption-attachment-11414\" style=\"width: 386px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11414\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Katadata_Uji_Jalan_Biodiesel_B40-2022_11_02-15_03_25_26d25a465a6b3366fb794573f211a982_960x640_thumb-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"386\" height=\"257\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11414\" class=\"wp-caption-text\">Dirjen EBTKE Dadan Kusdiana (kiri) dan Menteri ESDM Arifin Tasrif (kanan) pada uji jalan Biodiesel B40 di Subang, Jawa Barat, Selasa (1\/11).<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan biomassa dan biodiesel dinilai akan menimbulkan permasalahan baru dalam pemenuhan pangan, terutama minyak goreng.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti Traction Energy Asia, Ramada Febrian mengatakan pemerintah telah menetapkan kebijakan B35 dengan mencampur 35% bahan bakar nabati dari kelapa sawit dengan BBM. Selain itu pemerintah juga mendorong pengolahan tanaman hutan menjadi pelet kayu dalam skema co-firing PLTU batu bara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKarena ada permintaan yang banyak untuk pangan dan energi, akan meningkatkan harga,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ramada mengatakan kenaikan harga minyak goreng akan membebani anggaran negara karena pemerintah harus memberikan subsidi. Sementara itu, Peneliti Trend Asia Amalya Reza menyebutkan pengembangan biomassa berisiko membuka lahan hutan. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 7 Tahun 2021 menyebutkan kawasan hutan dengan fungsi hutan produksi konversi (HPK) dicadangkan untuk energi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHPK masih ada 5 juta hektare (ha) hutan alam. Jadi kemungkinan mendorong deforestasi di HPK itu besar. Jadi ada potensi ancaman 5 juta hektare deforestasi dengan adanya proyek energi ini,\u201c kata Amalya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amalya mencontohkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah membuat kesepakatan dengan Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perhutani) dan PT Perkebunan Nasional (PTPN). Perhutani akan mengalokasikan 70.000 hektare lahan untuk menjadi tanaman energi, sementara PTPN akan memasok limbah-limbah sawit, tebu, dan karet yang akan diremajakan sebagai bahan baku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tahun 2022 memperkirakan CPO untuk pangan mencapai 9,6 juta ton dan untuk biodiesel sebanyak 8,8 juta ton. Sementara itu, Lembaga Penelitian Ekonomi dan Demokrafi Universitas Indonesia (LPEM UI) memperkirakan pengembangan biodiesel skenario B50 membutuhkan lahan seluas 9,29 juta ha atau setara 140 kali luas DKI Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kajian Trend Asia pada tahun 2022 memperkirakan kebutuhan lahan HTE untuk pemenuhan target co-firing 10% di 107 unit PLTU paling sedikit butuh 2,33 juta ha, atau setara 35 kali luas DKI Jakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhir 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Beleid ini mengatur delapan jenis energi terbarukan, yakni air, panas bumi, surya, bayu, biomassa, biogas, air laut, dan bahan bakar nabati (BBN).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDengan terbitnya Perpres ini, kita jadi punya suatu regulasi yang mendukung percepatan EBT menjadi lebih komprehensif,\u201d kata\u00a0 Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen ETBKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) Dadan Kusdiana.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-11416 aligncenter\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Katadata_-2023-07-31-at-10.32.53-300x279.jpeg\" alt=\"\" width=\"427\" height=\"397\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biomassa, biodiesel, dan biogas sering digolongkan sebagai bioenergi, dan merupakan salah satu sumber energi terbarukan berpotensial. Data Dirjen EBTKE menunjukkan bahwa sampai pada Oktober 2022, bioenergi memiliki potensi sebesar 57 gigawatt (GW).Sedangkan pemanfaatannya sebesar 3.073 megawatt (MW).\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Ramada Febrian, ada beberapa alternatif untuk mencegah risiko persaingan energi dan pangan. Ini misalnya dengan menetapkan batas luas perkebunan sawit. \u201cKita stop [perluasan] lahan di 16,38 [juta ha],\u201d ujar Ramada.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah bisa kemudian melakukan perkiraan kebutuhan pangan dan energi secara berkala. Bersamaan dengan ini, peningkatan produktivitas sawit rakyat dan pembatasan ekspor bisa dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, pemerintah bisa menerapkan cap alokasi CPO dan campuran biodiesel, misalnya menggunakan minyak jelantah.\u00a0 Pada 2021, Traction memperkirakan minyak jelantah menjadi komplementer 10-15% atau 2-3 juta ton. \u201cKalau misalnya kebutuhan biodiesel adalah 15 juta ton, dan kita sudah cap 10 juta, 3 juta bisa dari minyak jelantah,\u201c kata Ramada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda langkah berani yang diambil oleh Australia untuk mengeliminasi penggunaan biomassa berbasis hutan sebagai sumber energi terbarukan. Harusnya Indonesia bisa melakukan itu,\u201c tukas Amalya dari Trend Asia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini telah tayang di katadata.co.id dengan judul: \u201c<a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/rezzaaji\/ekonomi-hijau\/6435057e70e03\/pengembangan-biomassa-berpotensi-ancam-deforestasi-dan-pangan\">Pengembangan Biomassa Berpotensi Ancam Deforestasi dan Pangan<\/a>\u201d<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengembangan biomassa dan biodiesel dinilai akan menimbulkan permasalahan baru dalam pemenuhan pangan, terutama minyak goreng.\u00a0\u00a0 Peneliti Traction Energy Asia, Ramada Febrian mengatakan pemerintah telah menetapkan kebijakan B35 dengan mencampur 35% bahan bakar nabati dari kelapa sawit dengan BBM. Selain itu pemerintah juga mendorong pengolahan tanaman hutan menjadi pelet kayu dalam skema co-firing PLTU batu bara. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-11413","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11413"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11413\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}