{"id":11399,"date":"2023-04-03T21:53:44","date_gmt":"2023-04-03T14:53:44","guid":{"rendered":"https:\/\/tractionenergy.asia\/?p=11399"},"modified":"2023-04-03T21:53:44","modified_gmt":"2023-04-03T14:53:44","slug":"masyarakat-sipil-dorong-transparansi-pembahasan-transisi-energi-jetp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/masyarakat-sipil-dorong-transparansi-pembahasan-transisi-energi-jetp\/","title":{"rendered":"Masyarakat Sipil Dorong Transparansi Pembahasan Transisi Energi JETP"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_11402\" aria-describedby=\"caption-attachment-11402\" style=\"width: 402px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-11402\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Katadata_PLTU_Jawa_7-2023_04_03-15_02_16_61608a038306fbbfdc4133b7c657092d_960x640_thumb-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"402\" height=\"268\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11402\" class=\"wp-caption-text\">Riset Traction Energy Asia menemukan perairan di sekitar PLTU Jawa 7 tercemar oleh polusi dari pembangkit.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Organisasi masyarakat sipil mendorong transparansi terkait rencana pendanaan dan investasi program Just Energy Transition Partnership (JETP) yang kini sudah memiliki sekretariat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ahmad Ashov Birry, Direktur Program Trend Asia, mengatakan prinsip keadilan adalah hal paling fundamental dalam transisi energi. Proses ini harus berlandaskan prinsip akuntabilitas dan transparansi, perlindungan hak asasi manusia, keadilan ekologis dan ekonomi, serta upaya transformatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukan sekadar transisi teknologi tetapi harus mendorong transformasi pembangunan ekonomi dari ekonomi ekstraktif dan sentralistik ke ekonomi yang regeneratif dan demokratis,\u201d ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4\/3).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ashov menitikberatkan upaya transisi ke empat langkah strategis. Pertama, percepatan pensiun dini PLTU. Kedua, meninggalkan solusi palsu transisi energi. Ketiga, reformasi PLN dan kebijakan publik. Keempat, melibatkan publik untuk merancang transisi energi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan PIKUL Indonesia Torry Kuswardono mengatakan transisi energi tidak hanya berpatokan pada target penurunan emisi semata. Ia mencontohkan pemerintah perlu melakukan asesmen kebijakan kendaraan listrik untuk mengukur dampak pertambangan nikel bagi masyarakat sekitar.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan dalam bertransisi dan berujung pada ketidakadilan,\u201c tuturnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terhadap target energi terbarukan, untuk transisi energi, Tommy Pratama, Direktur Eksekutif Traction Energy Asia berpandangan, angka 23% untuk dicapai di 2025 kurang realistis. Pasalnya, pemerintah masih bertumpu pada sektor bioenergi yaitu biofuel atau bahan bakar nabati dan biomassa yang digunakan PLTU co-firing dengan batu bara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal menurut Tommy, biofuel dan biomassa justru bisa menghasilkan emisi yang lebih tinggi dari energi fosil jika dilihat dari rantai produksi secara keseluruhan. \u201cYang dibutuhkan saat ini adalah diversifikasi energi rendah karbon seperti solar panel, tenaga angin, micro hydro, dan arus laut,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tommy menambahkan bahwa bioenergi atau biomassa sifatnya hanya sementara. \u201cBiodiesel saat ini rentan untuk mempertajam kompetisi antara sawit untuk pangan atau energi,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-11404 aligncenter\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Katadata_2023-07-30-at-21.56.59-300x282.jpeg\" alt=\"\" width=\"353\" height=\"332\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya, Pemerintah telah membuka sekretariat JETP di Kantor Kementerian ESDM Jakarta pada Kamis (16\/2). Sekretariat ini akan menjadi kantor bagi para pemangku kebijakan untuk mengatur pengelolaan pendanaan transisi energi senilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 310 triliun yang disepakati pada ajang G20 November tahun lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana, mengatakan sekretariat itu akan menjadi ruang diskusi pembentukan rencana investasi menuju nol emisi bersih 2060 atau lebih cepat. Pemerintah sudah menentukan arah alokasi pendanaan JETP, yakni untuk program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara hingga pembangunan infrastruktur pembangkit listrik dari energi terbarukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun sumber pendanaan JETP digawangi oleh Amerika Serikat (AS) dan Jepang, beberapa negara G7 plus Denmark, Norwegia, dan Uni Eropa. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk hibah, pinjaman lunak, dan pinjaman komersial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini telah tayang di katadata.co.id dengan judul: \u201c<a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/rezzaaji\/ekonomi-hijau\/642a888baf8a2\/masyarakat-sipil-dorong-transparansi-pembahasan-transisi-energi-jetp\">Masyarakat Sipil Dorong Transparansi Pembahasan Transisi Energi JETP<\/a>\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Organisasi masyarakat sipil mendorong transparansi terkait rencana pendanaan dan investasi program Just Energy Transition Partnership (JETP) yang kini sudah memiliki sekretariat. Ahmad Ashov Birry, Direktur Program Trend Asia, mengatakan prinsip keadilan adalah hal paling fundamental dalam transisi energi. Proses ini harus berlandaskan prinsip akuntabilitas dan transparansi, perlindungan hak asasi manusia, keadilan ekologis dan ekonomi, serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-11399","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11399"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11399\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}