{"id":10806,"date":"2021-04-18T14:08:31","date_gmt":"2021-04-18T07:08:31","guid":{"rendered":"https:\/\/tractionenergy.asia\/?p=10806"},"modified":"2021-04-18T14:08:31","modified_gmt":"2021-04-18T07:08:31","slug":"potensi-jelantah-penuhi-32-persen-kebutuhan-biodiesel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/potensi-jelantah-penuhi-32-persen-kebutuhan-biodiesel\/","title":{"rendered":"Potensi Jelantah Penuhi 32 Persen Kebutuhan Biodiesel"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_10808\" aria-describedby=\"caption-attachment-10808\" style=\"width: 324px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-10808\" src=\"https:\/\/tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Potensi-Jelantah-Penuhi-32-Persen-Kebutuhan-Biodiesel-Nasional-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"324\" height=\"243\" srcset=\"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Potensi-Jelantah-Penuhi-32-Persen-Kebutuhan-Biodiesel-Nasional-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Potensi-Jelantah-Penuhi-32-Persen-Kebutuhan-Biodiesel-Nasional-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Potensi-Jelantah-Penuhi-32-Persen-Kebutuhan-Biodiesel-Nasional-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Potensi-Jelantah-Penuhi-32-Persen-Kebutuhan-Biodiesel-Nasional.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 324px) 100vw, 324px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10808\" class=\"wp-caption-text\">FOTO : IST<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Pajak.com, Jakarta <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia termasuk salah satu negara pengguna minyak sawit terbanyak di dunia. Berdasarkan data tahun 2019 menyebutkan bahwa penggunaan minyak goreng pada rumah tangga mencapai 13 juta ton per tahun atau setara 16,2 juta kiloliter (KL) per tahun dan diperkirakan mampu menghasilkan minyak jelantah (minyak goreng bekas) cukup banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu diketahui, <\/span><a href=\"https:\/\/www.pajak.com\/ekonomi\/pertamina-ep-melampaui-target-produksi-minyak-dan-gas\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">minyak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> jelantah mempunya nilai ekonomi yang tinggi, jika dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar biodiesel. Terlebih, omzet usaha dari minyak jelantah ini bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melihat semua potensi dari berbagai bahan baku untuk bisa dikembangkan secara komersial, khususnya untuk bisa berkontribusi dalam B30 (30 persen biodiesel tercampur dalam BBM).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Subkoordinator Keteknikan Bioenergi Kementerian ESDM Hudha Wijayanto mengungkapkan ada dua prinsip utama yang harus dipenuhi apabila menjadikan jelantah sebagai bahan baku biodiesel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kualitas minyak jelantah harus mencapai standar spesifikasi biodiesel.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, punya nilai keekonomian tinggi dan dapat diimplementasikan,\u201d ungkap Hudha dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (17\/04).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia pun menambahkan, jika kedua prinsip tersebut bisa dipenuhi oleh biodiesel dari jelantah, maka akan memiliki potensi yang sangat besar untuk pemenuhan kebutuhan biodiesel nasional. \u201cPotensi jelantah sebesar 3 juta kiloliter per tahun akan dapat memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Engagement Unit Manager Traction Energy Asia Ricky Amukti menjelaskan keberadaan minyak jelantah sebagai bahan bakar biodiesel juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMinyak jelantah yang dibuang sembarangan akan berpengaruh langsung terhadap lingkungan hidup. Jika menumpuk di selokan, akan menimbulkan bau dan air selokan jadi kotor. Jika terserap di tanah, kualitas tanah akan menurun,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya itu saja, Ricky mengatakan bahwa penggunaan biodiesel dari minyak jelantah ini akan menekan jumlah emisi karbon dan pemanfaatan minyak jelantah juga mampu menghemat biaya hingga 35 persen ketimbang biodiesel dari minyak nabati yang dihasilkan dari buah kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan analisa Kementerian ESDM, biodisel sendiri berpotensi mengurangi 91,7 persen emisi karbon dibandingkan solar, sehingga bahan bakar jenis ini dinilai lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan energi fosil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJika memanfaatkan jelantah, kita tak perlu mengganti hutan dengan perkebunan kelapa sawit, yang justru berpotensi meningkatkan emisi karbon,\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p>Artikel ini telah tayang di pajak.com dengan judul: &#8220;<a href=\"https:\/\/www.pajak.com\/ekonomi\/potensi-jelantah-penuhi-32-persen-kebutuhan-biodiesel\/2\/\">Potensi Jelantah Penuhi 32 Persen Kebutuhan Biodiesel<\/a>&#8220;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pajak.com, Jakarta \u2013 Indonesia termasuk salah satu negara pengguna minyak sawit terbanyak di dunia. Berdasarkan data tahun 2019 menyebutkan bahwa penggunaan minyak goreng pada rumah tangga mencapai 13 juta ton per tahun atau setara 16,2 juta kiloliter (KL) per tahun dan diperkirakan mampu menghasilkan minyak jelantah (minyak goreng bekas) cukup banyak. Perlu diketahui, minyak jelantah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-10806","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10806"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10806\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www1.tractionenergy.asia\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}